Tampilkan postingan dengan label P&ID. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P&ID. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 September 2020

Published September 22, 2020 by with 2 comments

Instrument Index: Ini penjelasan dan kegunaannya!

    Halo semua, di postingan ke-4 ini aku akan coba bahas tentang sedikit penjelasan tentang P&ID jilid 2 dan Instrument Index. Tanpa perlu berpanjang lebar kita langsung saja masuk ke pembahasan pertama.

P&ID Jilid 2

    Di postingan ke-3, aku udah jelasin sedikit banyak tentang PFD dan P&ID kali ini aku akan coba bahas kembali untuk P&ID lanjutan dari postingan yang sebelumnya. Pembahasan lanjutan ini akan difokuskan dengan cara membaca P&ID. Seperti yang kujelasin sebelumnya, P&ID adalah sebuah diagram yang menjelaskan secara detail semua equipment-equipment, piping, instrumentasi, serta control device yang dibutuhkan untuk menggambarkan berjalannya sebuah proses pada suatu plant. Jadi pembacaan P&ID ini kita fokuskan ke field instrument dan kontrol device. 

Contoh:

Berikut ini juga aku kasih referensi Symbol & Legend P&ID 


Referensi Symbol & Legend

    Di atas adalah salah satu contoh gambar yang saya ambil dari P&ID, cara paling mudah untuk identifikasi adalah, pertama kita lihat Tag number dari instrument tersebut. Jadi ada 2 tag number yang pertama adalah 482-TT-311 dan 482-TI-311. TT berarti dia Temperature Transmitter dan TI adalah Temperature Indicator. Untuk penomoran 482 dan 311 itu menunjukkan nomor dari major equipment dan tag number sequence. Kemudian lihat tanda dari TT, terlihat bulat seperti balon. Di P&ID bagian symbol and legend tanda seperti balon ini mengidentifikasi bahwa Tag Number itu terletak di lapangan atau biasa disebut dengan field mounted. Di standard internasional juga menyebutkan demikian. Untuk tanda dari TI, terlihat seperti balon kemudian ada kotak dan garis ditengah-tengah balon itu. Kalo di symbol and legend artinya Tag Number itu letaknya ada di DCS dan dapat diakses oleh operator dalam Control Room. Kok bisa Tag Numbernya di DCS? Emang ada instrument di DCS? Jadi Tag Number TI ini adalah indicator atau sebuah indikasi saja. Indikasi ini dapat di assign ke dalam DCS dan ditampilkan di HMI pada komputer. Mari kita baca satu lagi contoh P&ID.

Contoh 2: 










    Contoh yang ke-2 ini adalah satu kontrol sistem. Jadi pada gambar di atas terdapat 5 Tag Number. Sebentar, itu bukannya cuma ada 3 Tag Number ya? Nanti akan kujelasin, jadi sama seperti sebelumnya, ada symbol mirip balon, simbol mirip balon kemudian ada kotaknya dan ditengahnya ada garisnya kemudian ada lagi symbol belah ketupat ada kotaknya dan juga ada garis ditengah belah ketupat itu. Oke untuk yang symbol balon dan balon kotak sudah pada tahu ya, selanjutnya adalah simbol belah ketupat, jadi kalo kita mengacu pada symbol & legend P&ID ini, simbol itu dapat diidentifikasi sebagai sistem untuk fungsi emergency shutdown dan fire & gas, jadi simbol ini ada di sistem emergency shutdown atau biasa disebut ESD dan sistem fire & gas atau biasa disebut dengan FGS, kemudian simbol ini juga terdapat di control room yang dapat diakses oleh operator. 

    Nah aku jelasin kenapa ada 5 Tag number yang ada di P&ID itu, sebelumnya inget kan kalau Tag Number bisa di-assign ke DCS, nah di sini juga begitu, ada 2 Tag Number tambahan yang bisa di-assign ke DCS, yakni Level Alarm High dan Level Alarm Low, kalau kita lihat di simbol LIC di sebelah kotak ada huruf H dan huruf L, itu menandakan bahwa ada alarm yang digunakan dalam sistem pengendalian level ini. Sehingga Tag Number ini ketambahan 2 dari alarm tersebut yang nantinya akan di-assign di DCS dan akan dimunculkan di HMI DCS menjadi sebuah alarm. Lalu, alarm ini ternyata juga memiliki hubungan dengan simbol ESD/FGS tadi. Hubungannya adalah ketika Level/ketinggian fluida di dalam vessel menyentuh Alarm Low atau Alarm High, maka sistem ESD akan mengambil alih kendali dari LIC, sehingga nantinya sinyal yang akan dikirimkan ke Tag Number 436-LV-101 adalah sinyal Diskrit (On/Off) saja untuk membuka/menutup valve. Tujuannya adalah safety pada proses yang sedang berjalan agar tidak terjadi engine trip dan mengganggu jalannya proses produksi.

    Di P&ID contoh ke-2 ini juga kita dapat mengidentifikasi tipe level transmitter yang digunakan yakni tipe displacer, kemudian untuk Tag Number 436-LV-101 di bawah simbol valve terdapat tulisan FC atau "Fail Close" yang berarti jika Control Valve tersebut "fail", maka posisi default-nya adalah tertutup. Kondisi "fail" ini dapat diartikan menjadi 2 macam, yakni "signal fail" atau tidak ada sinyal yang mengalir untuk mengendalikan Control Valve, cara mendeteksinya adalah dengan valve akan menutup meskipun proses sedang berjalan. Yang kedua adalah "air pressrue fail" atau keadaan hilangnya tekanan udara pada valve, sehingga menyebabkan positioner tidak mampu menggerakkan actuator. Okay sudah paham ya, jadi kira-kira seperti itu. Selanjutnya masuk ke pembahasan kedua yakni Instrument Index.

Instrument Index

    Apasih Instrument Index itu? Instrument index adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk mengidentifikasi semua Instrument baik itu di field, DCS, ESD dan MCC. Baik itu field instrument, common alarm, switch, selector dlsb. Instrument index ini merupakan dokumen turunan dari P&ID. Di dalamnya terdapat informasi-informasi yang di-ekstrak dari P&ID, contohnya seperti tag number, jenis instrument, deskripsi service, nomor P&ID, lokasi instrument, sistem kontrol, line no. dan/atau equipment no., tipe input/output, scope of supply dan scope of work, nomor revisi dan dokumen referensi (P&ID).Aku akan coba jelaskan satu persatu informasi-informasi yang ada pada Instrument index ini.

1. Tag Number

    Seperti yang kita tahu tag number adalah sebuah tanda untuk mengidentifikasi sebuah instrument. Tag number ini ada soft tag number dan hard tag number. Bedanya adalah soft tag number ini merupakan tag number yang di-assign ke DCS/ESD seperti contoh alarm , switch dan lainnya. Sedangkan hard tag number merupakan tag number yang memiliki bentuk fisik seperti valve, transmitter, gauge dan field mounted switch.

2. Jenis instrument

    Jenis instrument ini digunakan untuk mengidentifikasi semua tipe/jenis instrument baik itu instrument yang memiliki soft tag number maupun hard tag number.

3. Deskripsi Service

    Deskripsi service digunakan untuk menjelaskan bahwa sebuah tag number tertentu itu memiliki sebuah kondisi service tertentu.  Misalkan untuk contoh tag number 482-TT-311 di atas, berada pada kondisi service menuju ke cold separator. 

4. Lokasi Instrument

    Lokasi instrument ini digunakan untuk mengidentifikasi letak/lokasi dari sebuah tag number tertentu. Misalkan lokasi instrument berada di field atau control room atau substation dan lain sebagainya.

5. Sistem Kontrol

    Sistem kontrol digunakan untuk mengidentifikasi tipe sistem kontrol tiap-tiap tag number. Misal tag number tersebut adalah 436-LIC-101 seperti contoh di atas berarti sistem kontrolnya adalah DCS/SCADA.

6. Line number/Equipment Number

    Line number/equipment number digunakan untuk mengidentifikasi suatu tag number itu terpasang di line (pipa) atau terpasang di equipment. 

7. Tipe Input/Output

    Tipe input/output digunakan untuk mengidentifikasi tipe sinyal yang diterima dan ditransmisikan oleh tag number tertentu. Msialkan tipe sinyal untuk Transmitter adalah analog input, untuk switch/selector adalah digital input kemudian untuk control valve merupakan sinyal analog output dan untuk on/off valve merupakan sinyal digital output.

8. Scope of supply dan Scope of Work

    Scope of supply dan scope of work biasanya sudah dapat diidentifikasi melalui P&ID, hal ini diletakkan kembali di Instrument Index untuk memisahkan mana scope of supply/work dari vendor dan kontraktor. 

9. Nomor revisi dan Dokumen Referensi

    Nomor revisi ini disesuaikan dengan nomor revisi dari P&ID. Dokumen referensi untuk pembuatan instrument index ini adalah P&ID. Jadi dokumen instrument index ini merupakan produk/dokumen deliverable turunan dari P&ID. 


    Cukup sekian penjelasan singkat tentang P&ID bagian kedua dan Instrument Index, untuk bahasan selanjutnya yakni Pengenalan tentang Proses Kontrol. So, stay tune terus di blog-ku! Terimakasih sudah membaca tulisanku, jika ada kritik, saran dan/atau pertanyaan bisa disampaikan melalui kolom komentar ya! Thank you!




Read More
    email this       edit

Senin, 14 September 2020

Published September 14, 2020 by with 12 comments

Apa itu PFD dan P&ID?

 Halo Semua, di konten ke 3 ini aku akan coba bahas tentang PFD dan P&ID dan kegunaannya untuk seorang instrument engineer. Mari kita langsung saja bahas untuk PFD dan P&ID ini. 

Process Flow Diagram (PFD)

Process Flow Diagram (PFD) adalah gambar atau diagram yang menunjukkan tentang secara keseluruhan bagaimana sebuah proses dalam plant/pabrik berjalan. PFD menunjukkan proses utama pada sebuah plant, skema kontrol utama, serta material and heat balance pada setiap mode operasi. PFD harus menunjukkan process piping, simbol-simbol equipment yang major, nama dan nomor ID equipment, control logic, major control valve dlsb. PFD tidak menunjukkan minor equipment, piping system, pipe rating dll.

Contoh Process Flow Diagram

Typical Komponen Plant dan Fungsinya

Di awal sudah aku sebutin pengertian dari PFD, kegunaan dan apa-apa saja yang harus ada dalam PFD, salah satunya yakni major equipment. Berikut ini beberapa major equipment yang ada pada PFD beserta fungsinya.

1. Mechanical Equipment

1.1 Static Equipment

1.1.1 Kolom

Contoh Kolom Distilasi (Source1)

Fungsinya untuk memisahkan komponen-komponen kimia dari stock umpan (feedstock) dengan cara distilasi dll.

1.1.2 Reaktor

Sodium Cooled Fast Reactor (Source2)

Berfungsi untuk memperoleh produk dari reaksi kimia

1.1.3 Drum

Pressure Vessel (Source3)

Untuk memisahkan tiap fase dari fluida (contoh vapor, gas, liquid) dengan gravitasi

1.1.4 Heat Exchanger

Heat Exchanger (Source4)

Berfungsi untuk memanaskan atau mendinginkan fluida dengan cara menukar energi thermal dari media pemanas/pendingin (contoh: steam dan cooling water).

1.1.5 Furnace

Furnace (Source5)

Berfungsi untuk memanaskan fluida atau untuk proses thermal cracking dengan cara membakar fluida tersebut.

1.1.6 Tangki

Tangki (Source6)

Berfungsi untuk menyimpan stock umpan (feedstock), produk, dan utility

1.2 Rotating Machine (Pompa, Compressor dll.)

Pump (Source7)
Compressor (Source8)

Berfungsi meningkatkan tekanan untuk menggerakkan fluida kerja.

1.3 Packaged Equipment

1.3.1 Fasiltas Utility

Berfungsi mengatur plant utility seperti steam, air dll.

1.3.2 Material Handling Equipment

Berfungsi untuk mengatasi material solid/partikel

2. Piping

Piping digunakan untuk menyediakan rute/jalur untuk pemindahan feedstock/produk/utility dengan cara menghubungkan equipment/instrument satu sama lain menggunakan pipa-pipa.

3. Instrument

Instrument digunakan untuk mengukur dan mengendalikan fluida kerja agar kondisi operasi plant sesuai dengan yang diinginkan. Major equipment untuk field instrument adalah control valve, on-off dan safety valve.

Piping & Instrumentation Diagram (P&ID)

1. Pengertian  

Piping & Instrumentation Diagram (P&ID) merupakan sebuah diagram yang menjelaskan secara detail semua equipment-equipment, piping, instrumentasi, serta control device yang dibutuhkan untuk menggambarkan berjalannya sebuah proses pada suatu plant. 

2. Fase EPC pada P&ID

Pernah melihat gambar berikut ini di bagian bawah P&ID atau mungkin di pojok kanan bawah P&ID?

Revision No. P&ID (Source9)

Gambar ini menunjukkan bahwa P&ID yang kita identifikasi itu ternyata melewati fase-fase EPC yang udah aku jelasin di konten sebelumnya. Jadi P&ID akan mengalami revisi untuk naik fase. Revisi P&ID ini terjadi karena ada proses diskusi antar disiplin ilmu baik itu process, mechanical, piping maupun instrument sehingga meyebabkan perubahan-perubahan pada P&ID. Tidak hanya dari pihak internal EPC Company saja, perubahan P&ID juga bisa terjadi karena perubahan di lapangan dan diskusi dengan Client atau Owner. Tahapan-tahapan revisi ini dari Basic Engineering (Preliminary), FEED (AFP), Detail (AFD), Construction (AFC) hingga As Built (operasi secara commercial). Dari revisi ini akhirnya banyak informasi-informasi baru yang didapat berdasarkan hasil diskusi antar disiplin ilmu. Jadi, semua dokumen-dokumen yang berkaitan dengan project akan selalu mengikuti fase-fase EPC, termasuk P&ID ini. 

3. Scope of Work Pembuatan P&ID

Pertanyaan selanjutnya adalah sebenarnya yang membuat P&ID ini disiplin ilmu mana? Sejauh yang aku tahu, P&ID ini dibuat oleh disiplin ilmu process (teknik kimia). Aku udah sempet nanya-nanya temen-temen dari EPC Company yang lain, dan jawabannya adalah sama, yang membuat, merevisi atau mengubah P&ID ini adalah orang process. Kalau ditanya kenapa, aku gak bisa jawab pastinya cuma kalau sepengetahuanku, karena disiplin ilmu process ini yang mengerti kebutuhan-kebutuhan tiap sub-sistem dan sistem secara keseluruhan dan umumnya data-data preliminary/data awal pasti didapat dari perhitungan tiap sub-sistem dan sistem ini, sehingga P&ID lebih suitable jika di create dan diubah oleh disiplin ilmu process. Namun, disiplin ilmu lain juga memiliki kewajiban untuk mengoreksi dan memberikan komentar jika ada gambar dalam P&ID yang harus diubah, ditambah, dikurangi atau ditanyakan, sehingga jika ada perubahan maka harus diganti. Makanya tadi aku bilang ada proses diskusi yang menyebabkan perubahan pada P&ID. 

4. Informasi Penting dalam P&ID

Untuk Instrument Engineer, sebenarnya informasi apa sih yang bisa kita dapetin dari liat P&ID? Dan P&ID ini sebenarnya digunakan untuk apasih untuk Instrument Engineer? Jadi ini adalah informasi-informasi yang bisa didapat dari membaca P&ID. 

    a. Jumlah Tiap-Tiap Field Instrument

        Kepikiran nggak kalau jumlah instrument ini adalah informasi yang penting? Kalo enggak berarti kamu masih perlu belajar lagi nih, apasih guna jumlah tiap-tiap instrument? Jumlah tiap-tiap instrument ini digunakan untuk mengetahui nanti pada saat fase procurement kita bisa tahu kebutuhan di tiap-tiap instrument ini jumlahnya butuh berapa banyak. Gak mungkin kan kita memesan barang kurang dari kebutuhan? Nah, sama jumlah tiap field instrument ini benar-benar harus dihitung dengan pasti, agar di fase procurement jumlah barang yang kita pesan bisa sesuai dengan kebutuhan. 

    b. Tipe-Tipe Instrument

        Tipe-tipe instrument juga harus dipahami, mulai dari transmitter (pressure, temperature, flow, analyzer), control valve (motor/pneumatic), on-off valve, safety valve, alarm (Low-Low, Low, High, High-High), Indicator DCS (pressure, temperature, flow, analyzer), Sensor/wetted element (pressure, temperature, flow, analyzer). Informasi-informasi ini semua ada dalam P&ID dan dilambangkan dengan singkatan (identification letter) dan simbol. 

        Standard Internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi semua informasi tersebut yakni ANSI/ISA 5.1. Di dalam standard ANSI/ISA 5.1 tersebut dijelaskan lengkap tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan P&ID dan pengertian-pengertiannya. Berikut ini adalah singkatan (identification letter) yang dijelaskan pada standard ANSI/ISA 5.1.

Identification Letter (ANSI/ISA 5.1)

Kemudian untuk simbol-simbol pada P&ID dijelaskan oleh gambar di bawah ini.

Semua informasi tersebut di atas ada semua di dalam standard ANSI/ISA 5.1, for your information ISA merupakan singkatan dari International Society of Automation yakni sebuah asosisasi atau organisasi non-profit untuk engineer, teknisi, pengajar, pelajar yang bekerja dibidang automasi, seperti Instrumentasi.Untuk lebih lengkapnya langsung saja ke website ANSI/ISA berikut.

     c.  Tag Number

          Tag number dapat berupa angka dan huruf yang diletakkan di dekat simbol yang digunakan untuk mengidentifikasi tipe dan fungsi suatu device. 
 
Contoh Tag Number
 
Tag number ini pada P&ID merupakan gabungan antara identification letter dan simbol, untuk simbol dan penomoran pada tag ini tergantung kesepakatan atau permintaan owner yang juga disesuaikan dengan standard internasional yang ada. Biasanya tag number ini berkaitan dengan numbering pada sistem atau sub-sistem dari plant tersebut. Jika masih kebingungan untuk membaca tag number, terdapat penjelasan simbol-simbol dan identification letter yang dipakai di P&ID di bagian Legend & Symbols

     d.  Line Number / Equipment Name

         Line number / equipment name ini merupakan informasi yang digunakan untuk mengetahui di line mana suatu instrument terpasang atau di equipment apa instrument tersebut terpasang. Line number / equipment name ini nanti akan berkaitan dengan Datasheet tiap instrument. 
 

Contoh Line Number & Equipment Name

        Sama seperti tag number, untuk melihat pengertian dari line number ini dapat dilihat di bagian Legend & Symbol pada P&ID. Berikut salah satu contoh untuk melihat line numbering dan artinya.

Sistem Penomoran pada Line Number

 Jika dijabarkan sesuai dengan contoh gambar di atas maka:

8"-PT-32-408-R01N-H

8": merupakan nominal pipe size atau besar pipa dalam inch

PT:  merupakan fluida yang mengalir dalam pipa tersebut, di sini PT diidentifikasi sebagai Fluida 2 Fasa (Two Phase fluids)

32: merupakan sistem number dari line tersebut di sini 32 diidentifikasi sebagai Separation

408: merupakan sequence number dari sistem tersebut

R01N: R sebagai material pipa diidentifikasi sebagai Stainless Steel, 01 sebagai pressure rating diidentifikasi sebagai 150# lb (pounds) pressure class. N sebagai corrosion allowance merupakan safety factor pada pipa terhadap korosi, disini N diidentifikasi sebagai 0 mm sehingga line ini dianggap tidak boleh ada korosi sedikit apapun. 

H: merupakan tipe insulasi dari pipa di sini H diidentifikasi sebagai Heat Conservation. 

    e. Notes

    Ketika melihat tag number di P&ID kemudian ada tulisan note, maka pastikan note itu dibaca dan dipahami, karena itu akan sangat membantu untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada tag number tersebut.

    P&ID ini memiliki fungsi sebagai input / reference data untuk membuat dokumen-dokumen lain yang akan di submit ke owner/client, salah satunya Instrument Index. Untuk selanjutnya akan dibahas lanjutan dari P&ID dan Instrument Index ini.

    Cukup sekian penjelasan singkat tentang PFD dan P&ID, untuk bahasan selanjutnya yakni akan dibahas kelanjutan dari P&ID dan Instrument Index serta kaitan antara 2 dokumen ini. So, stay tune terus di blog yang sederhana dan insyaAllah penuh manfaat ini. Terimakasih sudah membaca tulisanku, jika ada kritik, saran dan/atau pertanyaan bisa disampaikan melalui kolom komentar ya! Thank you!

 


Read More
    email this       edit